Tampilkan postingan dengan label candi sukuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label candi sukuh. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

Peran Blogger dalam Melestarikan Warisan Budaya



Peran serta seorang blogger dalam upaya ikut melestarikan warisan budaya nenek moyang adalah seperti yang akan saya lakukan ini, yaitu dengan menuliskan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah ke dalam blog yang saya miliki. Berhubung saya mengikuti acara ABFI di Solo dan tempat-tempat yang saya kunjungi adalah Mangkunegaran Art Festival, Candi Sukuh, dan Keraton Surakarta, maka saya akan menuliskan kunjungan ke tempat-tempat tersebut di atas ke dalam blog pribadi saya.

Tarian Kupu-kupu

Latihan Kirab

Kunjungan Pertama saya adalah ke Mangkunegaran Art Festival. Di tempat ini saya dapat menikmati pertunjukan yang digelar secara gratis tis. Pengunjung tidak ditarik uang sepeser pun untuk menyaksikan pertunjukan yang digelar. Mungkin pengunjung hanya merogoh kocek untuk parkir atau membeli minuman atau makanan dikala haus atau lapar. Kemarin saya dapat menyaksikan pertunjukan tari dan operet anak. Ada tiga jenis tari yang ditampilkan, sedangkan operet anak menampilkan cerita tentang buto ijo dan timun mas.
Untuk tarian yang pertama menceritakan tentang seorang gadis yang tumbuh dewasa dengan segala aktivitasnya, sedangkan tari kedua adalah tari kupu-kupu, dan tari terakhir menceritakan tentang aktivitas sehari-hari. Tari yang terakhir tersebut adalah tari yang diciptakan oleh raja solo terakhir sebelum beliau wafat. Untuk operet anak, saya kira tidak perlu untuk diceritakan, kita tentu sudah hafal di luar kepala.
Kunjungan selanjutnya agak jauh dari lokasi ASEAN Blogger Festival Indonesia (ABFI), bahkan keluar dari kota Solo, tepatnya berada di kabupaten Karanganyar. Nama tempat yang kami kunjungi adalah sebuah candi kecil, yang dikenal dengan nama Candi Sukuh. Terletak di ketinggian 1.186 meter di atas permukaan laut, dengan jalan yang terjal sehingga akan sulit menjangkaunya jika kendaraan yang ditumpangi tidak sehat. Seperti yang dialami rombongan saya dan rombongan di belakang. Mobil yang kami tumpangi tidak kuat naik, terpaksa harus dijemput mobil lain yang lebih sehat.

Nama Candi Sukuh sendiri diambil dari nama desa tempat candi tersebut berada. Candi Sukuh pertama kali diketahui pada tahun 1815 oleh Johnson, yang diberi tugas oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data untuk menulis buku The History of Java. Candi Sukuh berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Karanganyar dan sekitar 36 kilometer dari kota Solo.

Candi Sukuh termasuk candi Hindu, dasarnya adalah ditemukannya obyek pujaan berupa Lingga dan Yoni. Ada yang mengartikan Lingga dan Yoni adalah alat kelamin laki-laki dan perempuan. Saya untuk sementara setuju dengan pendapat ini karena ada bukti berupa patung yang menyimbolkan tersebut, yaitu sebuah relief yang menyerupai rahim wanita dan sebuah patung yang menggambarkan sedang memegang 'burung'. Candi Sukuh kalau dilihat lebih mirip dengan peninggalan budaya suku Maya di Meksiko, atau peninggalan budaya Inca di Peru, ada juga yang menghubungkannya dengan bentuk piramida di Mesir. Teman saya yang seorang traveler bilang "mungkin yang membuat candi ini dulu adalah seorang traveller yang pernah mengunjungi meksiko atau peru, dan juga pernah singgah di mesir". Ada-ada saja.

Kunjungan terakhir yaitu ke keraton Surakarta. Keraton Surakarta didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II pada tahun 1744, sebagai pengganti istana atau keraton Kartasuro yang porak poranda karena geger pecinan tahun 1943. Setelah perjanjian Giyanti tahun 1755, keraton ini ditetapkan sebagai istana resmi kasunanan Surakarta. Sampai saat ini, keraton Surakarta masih ditempati Raja dan keluarganya. Tradisi-tradisi yang dilakukan keraton juga masih dilestarikan sampai saat ini, seperti Gerebeg, Sekaten, dan lain-lain.
Lalu dimana peran seorang blogger dalam ikut melestarikan warisan sejarah dan budaya? Jawabannya sudah saya jawab di paragraf pertama. Penjelasannya akan saya uraikan berikut ini. Seorang blogger yang menulis kembali tentang sebuah warisan sejarah atau budaya ke dalam blognya, berarti ikut mencatat sejarah dalam bentuk tulisan. Tentunya bukan cuma dalam bentuk tulisan yang diposting di blognya, si blogger juga biasanya menambahkan foto atau video sebagai pelengkap atau bukti bahwa si blogger mendiskripsikan apa yang dia lihat langsung. Misalnya semua orang yang ikut rombongan ke candi sukuh kemarin menuliskannya ke dalam blog masih-masih dan mengambil foto obyek dari sudut yang berbeda-beda, maka akan semakin menguatkan bukti otentik jika suatu masa nanti, warisan sejarah atau budaya telah hancur atau musnah, anak cucu kita bisa merekontruksi kembali dengan berpedoman dari apa yang telah kita tuliskan ke dalam blog. Maka dari itu, sebagai seorang blogger jangan asal tulis, tetapi carilah kebenaran sumber, biar anak cucu kita nanti tidak salah dalam merekontruksi warisan sejarah atau budaya yang telah musnah

Minggu, 26 Mei 2013

Meramaikan Acara ABFI di kota Solo



Bukan karena terinspirasi kota solo aku berkendara sendirian menuju kota ini. Jadi punya kepanjangan kata solo, yaitu so alone. Saya datang ke kota ini bulan untuk menyendiri, saya datang untuk berkumpul dengan community, ASEAN Blogger Festival Indonesia namanya. Ingin ikut meramaikan acaranya, kemudian membawa pulang semangatnya.

Sempat tersesat karena mbah google maps ternyata tidak menunjukkan tempat yang akurat. Harusnya Sahid Kusuma Prince Hotel, tempat berlangsungnya acara, itu terletak di jalan Sugiyopranoto, tetapi di google maps tercatat di jalan kapten mulyadi. Akibat fanatik dengan mbah google. Lain kali tidak lagi deh.




Acara pertama ASEAN Blogger Festival Indonesia yaitu dinner dengan walikota surakarta, Bapak FX Hadi Rudyatmo, di rumah dinas beliau. Saya dan rekan-rekan lain yang mendapat tempat menginap di hotel sahid jaya, dengan diantar bus, sekitar jam 8 sudah siap untuk menghabiskan hidangan dinner #eh. Sebelum acara inti, makan-makan :) ,ada beberapa sambutan, salah satunya tentu walikota surakarta, bapak Rudyatmo, selaku tuan rumah. Ada juga tarian sambutan, dan juga penandatanganan kerjasama antara pemerintah kota surakarta dengan telkom Indonesia. Sekitar jam sepuluh acara sudah selesai, makanan sajian sudah habis, sudah kenyang juga :)



Hari kedua, hari jum'at, acara diisi total dengan seminar. Sesi pertama ada tiga pembicara yang tampil. Sebelum seluruh pembicara tampil, Pak Amril mengawali acara untuk memberikan sambutan sebagai panitia acara ASEAN Blogger Festival Indonesia. Beliau sebenarnya ingin memutar sebuah video, tetapi ternyata tidak ada suaranya. Selanjutnya sambutan pak @hazpohan dari kementerian luar negeri untuk ASEAN, menyampaikan tentang community ASEAN, mulai dari digagas sampai planning ASEAN Community 2015. Langsung dilanjut dengan pembicara kedua yaitu Bapak  Suprawoto dari kementerian kominfo, menyampaikan pidatonya tentang perkembangan telekomunikasi di indonesia untuk saat ini. Ada cerita menarik yang disampaikan oleh Pak Suprawoto, beberapa orang perwakilan dari Maluku Barat Daya, sebuah daerah yang masih sangat terpencil dan belum terjangkau teknologi, datang ke kantor kominfo di Jakarta hanya untuk meminta fasilitas internet.



Setelah Pak Suprawoto menyampaikan pidatonya, acara diselingi dengan potong tumpeng untuk ulang tahun ASEAN Blogger yang ke-2, ada yang salah sebut yang ke-3, tetapi pak @hazpohan meluruskan jika ASEAN Blogger baru ultah yang kedua. Selanjutnya, acara yang ditunggu-tunggu, coffe break :)



Coffe break usai, dilanjut lagi dengan menampilkan tiga pembicara sekaligus yang naik panggung, yaitu Pak @hazpohan, Thomas Bills dari perwakilan Amerika untuk ASEAN, dan Pak Muhammad Dian Nafi sebagai seorang pemerhati sejarah dan budaya. Pak @hazpohan menyampaikan beberapa prioritas komunitas ASEAN, salah satunya tentang pendidikan. Untuk hal yang satu ini, ASEAN masih perlu pembenahan. Sedangkan Thomas Bills menyampaikan tentang dukungan Amerika dengan adanya komunitas ASEAN ini.


Sesi terakhir sebelum istirahat yaitu menampilkan Bapak marketing Indonesia dan juga dunia, Hermawan Kertajaya. Beberapa yang dapat saya tangkap dari yang disampaikan Pak Hermawan yaitu share energi positif dalam postinganmu, karena selain bermanfaat bagi kita juga bermanfaat untuk semua orang. Blogger itu adalah seorang publisher, editor, dan juga seorang marketing. Artinya, seorang blogger itu bisa menjadi penyampai berita dan bisa juga menjadi marketing untuk sebuah produk atau jasa.

Sehabis Sholat Jum'at dan makan siang, acara dilanjut lagi dengan menampilkan dua pembicara yang juga seorang blogger semua. Bapak Budi Putra dan Mbak Venus Handayani. Mereka menyampaikan pengalamannya menjadi seorang blogger. Mbak venus misalnya, menyampaikan pengalamannya mengunjungi tempat-tempat di seluruh dunia. Untuk sesi ini, ada sesi tanya jawab. Langsung dilanjut saja ya? Untuk sesi selanjutnya tampil wakil dari departemen pariwisata dan ekonomi kreatif, Fransesca Nina Soemitro, dan kepala dinas pariwisata kota solo. Hal saya tangkap dari yang disampaikan Ibu Fransesca yaitu Pariwisata kita masih kalau dibandingkan Malaysia, kunjungan pariwisata Indonesia cuma 8 jutaan per tahun, sedangkan Malaysia mencapai 28 jutaan per tahun. Hal menarik disampaikan oleh Kepala pariwisata Kota Solo, hiburan kesenian di Kota Solo digratiskan. Wow, menarik sekali.

Acara seminar ditutup dengan menampilkan fashion show batik yang diperagakan oleh blogger-blogger ASEAN. Yang semula udah ngantuk, letih, dan lesu, langsung segar kembali. Sepertinya, acara fashion show ini malah paling semarak dan ramai.



Malamnya, masih ada acara lagi, yaitu nonton Mangkunegaran Art Festival yang menampilkan tarian dan operet tentang timun mas. Ramai banget, sampai saya tidak kebagian tempat duduk, akhirnya nonton berdiri. Kalau yang tidak mau berdiri berdesak-desakan nonton, bisa nonton layar lebar yang dipasang di depan pendopo.



Acara hari ketiga yaitu perkenalan blogger masing-masing negara ASEAN, kemudian dilanjut dengan seminar sesuai minat masing-masing. Saya memilih seminar tentang kulineri ASEAN. Setelah istirahat, acara dilanjut dengan berkunjung ke Candi Sukuh, ada juga yang ke Museum Sangiran. Saya pilih ke Candi. Ketika hampir sampai, mobil yang saya tumpangi tidak kuat naik ke Candi Sukuh, terpaksa harus dijemput mobil yang kuat naik. Cerita tentang kunjungan ke Candi Sukuh ntar mau saya buatkan postingan sendiri #sekedarinfo. Setelah dari Candi Sukuh langsung ke lokasi Urban Forest, sebuah tempat yang dulunya merupakan pemukiman penduduk, kemudian akan diubah jadi hutan kota. Terus kemana penduduk yang dulu bermukim ditempat ini? Sudah dipindahkan ke tempat yang aman dari banjir. Malam hari sebenarnya masih ada acara keliling kota Solo dengan naik bis tingkat, tapi badan udah capek banget, jadi... tidak ikut :)



Minggu 12 Mei, hari terakhir ASEAN Blogger Festival Indonesia. Acara pertama yaitu naik kereta uap  dari area CFD jalan Slamet Riyadi sampai stasiun Purwosari. Selesai naik kereta langsung dilanjut dengan kunjungan ke keraton Solo, disini juga sekaligus sebagai tempat penutupan rangkaian acara ASEAN Blogger Festival Indonesia, yang berlangsung selama 4 hari. Seperti harapan yang saya tulis di paragraf awal, saya pulang dengan membawa semangat dan kenangan dari acara ini. Sampai jumpa tahun depan.