Tampilkan postingan dengan label operating system. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label operating system. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Gadget Android Rawan Kena Virus

Selama kuartal ketiga tahun 2011, Kaspersky Lab menyatakan serangan cyber terhadap ponsel Android semakin meningkat. Menurut perusahaan antivirus asal Rusia itu, program jahat untuk perangkat mobile meningkat pada fase yang mengkhawatirkan.

"Jumlah semua mobile malware pada 2011 yang menyerang Android mencapai 40 persen," kata Yury Namestnikov, Senior Virus Analyst di Kaspersky Lab, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Desember 2011.

Artinya, dibandingkan dengan sistem operasi lainnya, seperti iOS (yang dipakai iPhone dan iPad), BlackBerry, Symbian (Nokia), dan Windows Phone, platform Android ini merupakan target utama program jahat. Ini bisa menjadi sinyal buruk, padahal android sangat diminati dan banyak digunakan oleh produsen gadget.

Salah satu trik peretas untuk menyerang perangkat Android adalah dengan menanamkan malware lewat aplikasi barcode QR. QR Code pada dasarnya adalah sebuah barcode dengan kapasitas penyimpanan yang besar. Kode QR digunakan untuk menyimpan link, teks, pesan singkat, dan nomor kontak di dalam ponsel.

Ketika dibaca pada handphone, bentuk isi dari Kode QR akan terlihat seperti gambar kotak-kotak. Karena itu, dibutuhkan aplikasi QR Reader untuk membaca software ini.

Menurut Yuri, penjahat dunia maya menyebarkan trojan SMS yang menyamar sebagai software Android dengan link berbahaya dalam kode QR. Setelah memindai kode QR, perangkat mobile secara otomatis mengunduh file berbahaya yang kemudian mengirimkan pesan SMS ke nomor premium-rate. Inilah yang sering membuat tagihan telepon pengguna ponsel Android tiba-tiba melonjak.

Pada Juli lalu Kaspersky menemukan sebuah trojan Android dari keluarga Zitmo. Malware ini ternyata tersambung dan berkolaborasi dengan versi komputer, yakni trojan-Spy.Win32.Zeus.

Trojan tersebut memungkinkan penjahat dunia maya menembuh pertahanan yang biasa ada dalam sistem perbankan online.

sumber : tempo

Rabu, 07 Desember 2011

Mengubah Tombol Window Ubuntu 11.10 ke Sisi Kanan

Pada seri sebelumnya seperti Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx), Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat), dan Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal), untuk mengubah tombol (minimize, maximize, close) window dari kiri ke kanan atau sebaliknya, bisa digunakan beberapa cara tergantung Ubuntu Tweak and Gnome-Art Manager, dan secara manual dengan menggunakan GConf Editor.

Untuk Ubuntu 11.10 (Oneiric Ocelot) kita hanya bisa menggunakan software yang namanya Metacity Window Buttons, yang dibuat oleh Pablo Seminario. Untuk software tersebut bisa diunduh disini dan install.

Selanjutnya, jalankan software Metacity Window Buttons. Sekarang anda bisa memindahkan secara manual tombol yang ingin dipindah, atau masuk menu setting -> Karmic Style preset option.


Sabtu, 13 Agustus 2011

Android Ice Cream Sandwich


Google Inc berencana merilis sistem operasi terbarunya, Android Ice Cream Sandwich pada bulan Oktober 2011. Ini bukan es krim tapi nama kode sistem operasi Android versi mendatang. Ice Cream Sandwich merupakan perwujudan dari rencana besar Google menyajikan satu sistem operasi modular untuk smartphone dan tablet.

Menurut sumber situs teknologi BGR, Google memang sengaja memilih waktu yang hampir bersamaan dengan peluncuran iPhone 5. Entah apa alasan di balik itu, yang jelas Google tak ingin ketinggalan momen dengan hadirnya ponsel generasi kelima dari Apple Inc.

Sebenarnya, gaung Android Ice Cream Sandwich sudah terdengar sejak awal tahun lalu. Namun saat ini raksasa teknologi asal California itu masih berkonsentrasi dengan pemasaran platform Android Gingerbread untuk ponsel dan Android Honeycomb bagi perangkat tablet.

Mengutip situs Gizmodo, Android Ice Cream Sandwich merupakan perpaduan antara platform ponsel dan tablet. Singkatnya, ini adalah satu platform untuk segala perangkat.

Sistem operasi terbaru ini nantinya juga bisa menjalankan tayangan tiga dimensi yang diklaim lebih apik dan menyediakan fitur pengenalan wajah.

Lalu perangkat apa saja yang bisa berjalan dengan platform teranyar itu? Dalam kesepakatan dengan 84 vendor yang memproduksi ponsel Android yang tergabung dalam Open Handset Alliance, Google menjanjikan setiap vendor memiliki kesempatan untuk mengadopsi versi terakhir dari sistem operasi Android sesaat setelah resmi diluncurkan.

Sistem operasi terbaru Android muncul sebelum waktunya. Versi Android terbaru ini menjembatani gap antara tablet dan ponsel. Mari kita tengok sekilas apa yang membedakan Ice Cream Sandwich dari versi sebelumnya.

Dari sisi tampilan muka, Ice Cream Sandwich banyak memakai warna biru di notifikasi dan ikon, menggantikan warna hijau yang digunakan sebelumnya. Bar notifikasi ini juga sedikit dipoles, sebuah perubahan pertama yang dilakukan semenjak Eclair.

Warna biru juga dipakai dalam layanan email Gmail, disesuaikan dengan warna OS terbaru ini. Bar pencarian Google bisa dilihat di paling atas seperti Honeycomb dan ada perubahan desain di app launcher dan app drawer-nya.

Untuk fitur baru, Google menambahkan mode di software kameranya di mana yakni panorama. Diramalkan ponsel Nexus Prime akan menjadi piranti pertama yang menggunakan Ice Cream Sandwich.

Akankah Google menguasai sistem operasi peranti mobile mulai dari smartphone hingga tablet? Perlawanan kuat akan datang dari Apple yang akan meluncurkan iOS5.

Setidaknya akhir tahun ini memang pertarungan sistem operasi di dunia mobile phone akan ramai, karena masih ada Windows Phone 7. Di sini Microsoft telah bekerja sama dengan Nokia. Selain itu, juga ada Blackberry 7 OS, dan Hewlett-Packard yang telah mengusung WebOS setelah mengakuisisi Palm.

sumber : detik.com, tempointeraktif, engadget

Rabu, 16 Februari 2011

Tiga Operating System (OS) Dalam Satu KOmputer

Kemarin saya berhasil menginstall tiga buah operating system atau lebih singkat dengan istilah OS. OS yang saya instal yaitu Windows XP Profesional, Blankon Sajadah (versi muslim untuk Blankon Umbilin 6.1), dan OS terakhir yang saya instal adalah Linux Mint.

Sebagai orang awan yang tidak mempunyai pengetahuan tentang IT, bisa menginstal tiga OS dalam satu komputer bagiku adalah sebuah prestasi besar.
Kenapa saya menginstal OS linux? ya...karena ingin coba saja. Atau mungkin saja sudah menjadi sifat manusia 'Kalau gratis kenapa tidak dicoba'. Statement saya dalam tanda kutip abaikan saja. Alasan sebenarnya adalah karena rasa ingin tahu saya tentang Linux. Kenapa saya menginstal Blankon dan Linux Mint? Karena yang siap tersedia untuk di instal OS itu, jadi tidak ada alasan lain.

Sebenarnya saya tidak langsung sukses menginstal Linux. Percobaan pertama saya gagal. Pada percobaan pertama, saya menginstal Ubuntu dan Mandriva, (Windows XP udah bawaan komputer). Pertama saya instal Ubuntu, kemudian baru mandriva. Mandriva sebenarnya sukses terinstal. Tapi ketika pas booting awal ada beberapa error. Error pertama adalah yang muncul di GRUB hanya Windows XP dan Mandriva, sedangkan Ubuntu entah raib kemana. Error kedua, ketika masuk Mandriva ternyata juga error, tidak bisa masuk. Akhirnya, instal-an Ubuntu dan Mandriva saya hapus lewat Windows menggunakan program partisi EPM.

Percobaan kedua berhasil. Tapi saya tidak lagi memakai Ubuntu dan Mandriva. Saya memakai Blankon dan Linux Mint. Yang pertama saya instal adalah Blankon. Extensi partisi untuk Blankon saya menggunakan ext3, sedangkan extensi untuk Linux Mint saya menggunakan ext4. Hipotesa saya atas kegagalan penginstalan pertama adalah karena saya menggunakan extensi yang saya untuk Ubuntu dan Mandriva yaitu ext3 semua.

Demikian sedikit pengalaman saya menginstal tiga OS dalam satu komputer. O iya, Blankon dan Linux Mint saya buatkan partisi sendiri-sendiri, tidak berdampingan dengan Windows XP (dalam penginstalan OS ada opsi ini).