Tampilkan postingan dengan label ramah lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramah lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2011

Manfaat Energi Blue Marble

Menurut pengajuan SEC baru, Blue Marble Energy menarik investasi $ 1.300.000 - kali ini di seri A1 kesepakatan catatan-1 konversi - untuk menciptakan alternatif karbon netral untuk petrokimia.

biokimia Blue Marble bisa digunakan untuk memproduksi segala sesuatu dari makanan dan parfum, untuk plastik, perekat dan tekstil sintetik. Perusahaan juga memproduksi energi terbarukan dari biomassa.

Salah satu produk terbaik perusahaan terkenal adalah parfum lini, EOS, membuat sebagian dengan bir gandum menghabiskan bir dari Freemont Brewing dalam hubungannya dengan pengecer aroma buatan tangan Sweet Anthem.

Menurut website perusahaan:
"Proses s [Blue Marble] 'menggunakan bahan organik (biomassa) termasuk: makanan oleh-produk, kliping halaman, menghabiskan tempat pembuatan bir gandum, ganggang, milfoil, silase jagung, serpihan kayu, dan banyak lagi.


Perusahaan AGATE berpemilik (Acid, Gas, dan Amonia Target Ekstraksi) polikultur teknologi fermentasi ... menggunakan non-rekayasa genetika bakteri untuk menghasilkan senyawa target. [Proses] link beberapa jenis bakteri dalam rantai produksi untuk bahan kerusakan tanaman. The ... bakteri symbiotically bekerja untuk menghasilkan portofolio luas dari senyawa. "
Pada akhir 2009, perusahaan Seattle teknologi bersih menghantam sebuah kemitraan dengan Odessa Publik Development Authority (OPDA) untuk membangun dan menjalankan khusus pertama Washington negara biorefinery biokimia. Proyek bersama menarik penghargaan $ 2 juta dari Washington Negara Badan Revitalisasi Ekonomi Masyarakat (CERB). Tanaman ini sekarang bergerak keluar dari fase pilot menuju volume-tinggi, fase komersial.

Pada bulan April 2009, perusahaan menaikkan seri A investasi sebesar $ 2 juta dari seorang pengusaha yang terlibat dalam pengolahan dan distribusi soda di Afrika, Rajiv Shah yang memegang kursi di papan Blue Marble's.

sumber : techcrunch

Sabtu, 29 Januari 2011

Ngopi yang Ramah Lingkungan

Beberapa dari Anda penikmat kopi, mengunjungi kafe atau kedai kopi mungkin menjadi wajib. bahkan, mungkin ada di antara Anda yang 'ngopi' di luar setiap hari. Tak mengherankan, sebab 'ngopi' di kedai kopi memang praktis. Tinggal pesan, langsung tersaji. Tak hanya itu, menikmati kopi di luar juga bisa sekaligus berkumpul bersama kolega.Tapi, sadarkah bahwa gaya hidup seperti itu bisa jadi berlebihan dan berpotensi merusak lingkungan? Banyak kedai kopi yang kini menggunakan kemasan plastik yang pastinya harus dibuang setelah dipakai. Tanpa sadar, Anda pun mengotori lingkungan dengan sampah-sampah yang sulit didegradasi. Bayangkan kalau itu dilakukan setiap hari dan oleh banyak orang.

Tak cuma itu, Anda pun juga harus merogoh kocek lebih untuk membayar PPn dan service yang kadang mencapai 15 persen dari harga kopi. Padahal, komposisi kopinya sebenarnya sama saja dan Anda pun bisa belajar menciptakan citarasa yang sama dengan kopi bikinan barista di kedai kopi.
Lalu, bagaimana cara 'ngopi' yang lebih 'hijau' dan murah tetapi tetap nikmat. Sandy, marketing PT Signora Indonesia, produsen alat-alat rumah tangga mengatakan, sebenarnya menggunakan coffee maker bisa lebih hemat. Penikmat kopi juga bisa belajar menciptakan citarasa yang sama.

"Kalau memakai coffee maker kan kita tidak perlu membuang sampah plastik setelah ngopi. Di samping itu, kalau kita membeli kopi di kafe kan pasti jauh lebih mahal karena mereka sewa tempat dan kita harus bayar pajak. Kalau membuat kopi di rumah kan lebih murah," ujarnya.
Untuk urusan membuat membuat ragam kreasi kopi, Sandy menuturkan bahwa hal tersebut bisa dipelajari. "Sekarang kan banyak alat-alat seperti pembuat foam, krim, alat untuk blend, dan sebagainya. Kita bisa dengan mudah belajar membuatnya," katanya. "Awalnya memang akan lebih mahal sebab kita harus membeli peralatan-peralatan itu. Tapi, nantinya akan lebih murah dan tidak menghasilkan limbah," ujarnya. Bagaimana dengan Anda, ingin mencoba gaya ngopi yang lebih hijau? Pastikan Anda juga jeli dalam memilih cofee maker.

Perhatikan juga kebutuhan dayanya karena coffe maker termasuk membutuhkan daya tinggi rata-rata 900 watt. Dan, untuk meramu secangkir kopi expresso misalnya butuh sekitar 3 menit. Bolehkan tetap sekali waktu 'ngopi' di luar.

sumber : kompas

Netbook Ramah Lingkungan

Mempertimbangkan spesifikasi teknis saja rasanya tak cukup dalam memilih netbook. Kini, perlu dipertimbangkan apakah material netbook yang akan dibeli cukup ramah lingkungan. Sebab, apa gunanya spesifikasi bagus jika proses produksinya ternyata merusak alam.

Bagaimana caranya memilih netbook dengan material yang ramah lingkungan? Hasil Greenpeace Electronics Survey 2010 mungkin bisa memberikan panduan. Greenpeace menilai berbagai perangkat produk dengan kriteria yang ketat.

Berdasarkan hasil survei itu, Acer TravelMate Timeline X TM8172 dikatakan sebagai yang paling baik. Entah mengapa produk ini masuk kategori netbook mengingat layarnya 11,6 inci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa netbook ini paling sedikit mengandung material berbahaya. Material berbahaya yang masih digunakan di netbook antara lain PVC, BFR, Antimony, Phtalate, serta Beryllium.

Greenpeace memberikan skor 28 untuk keramahan lingkungan material pembuat netbook ini. Skor tersebut hanya 2 poin lebih rendah dari skor maksimum, yakni 30. Kekurangannya hanya pada RoHS exemptions used. Selain material yang ramah lingkungan, Acer TM8172 juga termasuk unggul dalam konsumsi energi dan lifecycle produk.

Laporan tahunan ini dilakukan Greenpeace dengan melakukan review untuk menguji produk-produk elektronik yang ramah lingkungan. Jadi, jika hendak menggunakan teknologi sekaligus melestarikan lingkungan, Anda mungkin bisa mendasarkan pilihan pada hasil survei ini.

Diakui Greenpeace belum ada netbook yang benar-benar bebas 100 persen material berbahaya. Bahkan untuk netbook skornya cenderung rendah. Namun, upaya terus mengurangi sudah dilakukan para produsen. Berikut peringkat netbook paling ramah lingkungan:

1. Acer TM8172 2. Asus 1015PED 3. Samsung NP-N230 4. HP Mini 5103 5. Dell Latitude 2110

Spesifikasi Acer TM8172:

Sistem operasi Genuine Windows 7 Professional - 32-bit version, Prosesor Intel Core i3-330UM Mobile Processor (3MB Intel® Smart Cache, 1.20GHz), memori 2GB (2/0) DDR3 1066 SDRAM, hardisk 250GB SATA hard drive, card reader 5-in-1 card reader, layar 11,6 inci (1366 x 768) TFT display, Kartu grafis Intel HD Graphics, koneksi 802.11 b/g/n WLAN, Bluetooth®, gigabit LAN, webcam, harga 619 dollar AS.

sumber :kompas