Selasa, 08 Februari 2011

Situs Jejaring Sosial Islami

Buat umat Islam yang taat, Alquran dan masjid tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Membaca Alquran seyogyanya menjadi aktivitas rutin kapan saja dan di mana saja dan salat lima waktu di masjid sangat dianjurkan. Nah, di tengah aktivitas yang padat dan kesibukan kerja, Mosquelife.com mungkin bisa membantu kebutuhan tersebut.

Mosquelife.com merupakan layanan jejaring sosial lokal di Indonesia yang secara khusus menyediakan fitur-fitur Islami. Sejak diperkenalkan akhir tahun lalu, situs ini telah mengalami penambahan fitur yang memudahkan umat islam berbagi pengetahuan dan bertukar pikiran secara online.

Di situs ini, pengguna dapat membuka Alquran surat demi surat dan ayat demi ayat. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menandai ayat mana yang baru dibacanya dengan melakukan check in. Tak hanya itu, setiap pengguan juga dapat menulis kampanye sosial bercermin ayat Alquran yang baru dibacanya. Kampanye tersebut akan ditampilkan di menu tersendiri sehingga dapat diakses pengguna lainnya.

Jejaring sosial muslim itu belum lama ini juga meluncurkan menu baru Mosque Directory, yang bertujuan untuk menghimpun data-data masjid untuk menjadi direktori yang bermanfaat. Tak hanya melihat peta, pengguna juga dapat menambahkan link berita, komentar, dan informasi kegiatan di setiap masjid.

"Masjid tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan seorang muslim. Saat Nabi Muhammad melaksanakan hijrah dari Kota Makkah ke Madinah, yang dibangun pertama kali adalah masjid. Fitur kami berupaya mendekatkan kehidupan muslim modern dengan masjid, dengan cara yang lebih mudah," ujar Eko Budhi Suprasetiawan, relawan Mosquelife dalam siaran persnya.

Melalui Mosque Directory, pengguna bisa pengguna bisa mendaftarkan masjid atau mushala di lingkungan rumah, sekolah, kampus, atau kantor mereka, dengan mencantumkan posisi dan alamat lokasi, atau bahkan menulis review tentang masjid tersebut. Warga masyarakat atau pengurus masjid tersebut, juga bisa secara aktif menuliskan informasi seputar kegiatan di masjid mereka untuk diketahui oleh pengguna lainnya.

Tak hanya itu, Mosquelife juga menyediakan fitur bernama News Wall, yakni semacam majalah dinding (mading) masjid virtual. Dengan fitur ini, pengguna bisa memposting artikel-artikel menarik mengenai berita dunia Islam atau berita lokal yang menarik, atau topik diskusi hangat, untuk tujuan pemberdayaan jamaah.

"Melalui News Wall, aktivis masjid bisa 'menempel' berita-berita terkini yang menarik mengenai perkembangan dunia Islam dari situs berita baik situs Muslim maupun situs nasional, untuk menjadi bahan bacaan berita warga sekitar masjid," tutur Eko.

Semua aktivitas di Mosquelife ini, nantinya bisa terhubung secara langsung sebagai status di Facebook maupun Twitter. Pengguna bahkan juga bisa menjadi Follower dari masjid yang ia inginkan, sehingga jika ada berita seputar kegiatan masjid tersebut, ia akan mendapatkan notifikasi update melalui email.

Di Mosquelife, pengguna yang ingin memiliki follower juga bisa mengirimkan undangan ke kawan-kawannya. Nantinya, semua follower-nya akan mendapatkan update jika dia menuliskan social campaign (kampanye sosial berupa ajakan kebaikan kepada rekan-rekan dan anggoa Mosquelife lainnya).

Pengguna Mosquelife juga bisa memanfaatkan fitur Event untuk menuliskan rangkuman isi materi khutbah jumat atau ceramah pengajian yang mereka ikuti di masjid tersebut, untuk kemudian didiskusikan dengan pengguna lain. "Diharapkan dengan semua rangkaian fitur baru kami, para pengguna Mosquelife bisa lebih mudah untuk back to masjid, dan semakin social," pungkas Eko.

Diluncurkan pertama kali dengan fitur Check-In ke Al-Qur'an, dan Social Campaign berbasis al-Qur'an, MosqueLife bergerak untuk menjadi platform kolaborasi pendidikan, bisnis dan sosial dengan sasaran pangsa pasar komunitas Muslim di Indonesia. Visinya menjadi layanan untuk bersama-sama mengatasi berbagai masalah sosial seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, dan korupsi.

sumber : kompas

TwitPic Tambah Fitur Untuk Video

Media Twitter TwitPic situs berbagi sedang berkembang di luar dunia foto saat ini. startup ini meluncurkan dukungan video hari ini, yang akan memungkinkan pengguna untuk meng-upload video dari situs itu sendiri, serta dari klien mobile dan desktop TwitPic dukungan itu. TwitPic, yang kini memiliki 17 juta pengguna, mengatakan bahwa pertumbuhan mereka lebih dari 30.000 pengguna baru setiap hari.

Menambahkan video adalah langkah logis berikutnya untuk TwitPic, yang fokus pada memungkinkan pengguna untuk meng-upload foto ke Twitter sampai sekarang. Foto Twitter berbagi seperti sebuah pacuan kuda, yang tidak diragukan lagi kompetitif. Saingan Yfrog sudah mendukung video upload dan Plixi baru saja diakuisisi oleh Lockerz jaringan sosial. Twitter juga baru-baru ini bermitra dengan TwitPic dan lain-lain untuk memasukkan foto inline dalam streaming dalam versi baru antarmuka Twitter.

Tentu saja, TwitPic, di bawah pimpinan pendiri Nuh Everett, telah meluncurkan perpanjangan dari produk inti, termasuk TwitPic Labs untuk proyek sisi menampilkan inovatif dari platform. Dan Everett bekerja pada startup siluman disebut Heello.

Jadi akankah TwitPic mengubah namanya untuk mencerminkan penambahan video? Everett mengatakan bahwa nama tersebut akan tetap sama untuk saat ini. Dia mengatakan "Kami telah menemukan istilah" Twitpic "untuk mana-mana dengan pengguna ketika berbagi foto di Twitter terlepas dari layanan pihak ke-3 digunakan. Nama kami telah menjadi manfaat yang sangat besar bagi kita dan merek itu sendiri telah menyebar di seluruh dunia kini dan bahkan yang termasuk dalam lirik lagu rap populer. "

sumber : techcrunch

Minggu, 06 Februari 2011

Review Nokia X2-01

Setelah sukses dengan ponsel berlabel komunitas (C3), Nokia kembali mengeluarkan ponsel yang harganya terjangkau, X2-01. Dari nama di depannya bisa ditebak kalau ponsel ini mengedepankan multimedia.

Ponsel X2-01 merupakan penerus X2. Beda X2-01 dengan pendahulunya adalah pada keypad QWERTY, seri terdahulu hanya dibekali keypad alfanumerik biasa. Chasing berbahan dasar plastik yang menyebabkan terasa licin jika tangan berkeringat. Walau terlihat bongsor, tetapi tetap bisa masuk kantong baju.

X2-01 dibekali D-pad empat arah yang bisa difungsikan sebagai shortcut, mengapit tombol tengah yang berfungsi sebagai tombol OK. Sebelah kiri body, ada slot untuk kartu memori bertipe hotswap dan port kabel data berbentuk USB. Sedangkan pada bagian atas, kita akan menemukan port audio jack 3,5mm dan yang tidak biasa, port charger.

Adalah aneh jika ponsel multimedia tidak mempunyai tombol volume, dan X2-01 adalah ponsel itu. Tidak ada tombol untuk kamera. Kamera juga cuma kualitas VGA (640x480), tidak ada lampu LED/ flash. Hanya speaker stereo yang menjadi kawan sejajar posisi kamera.

Layar TFT QVGA (320 x 240 piksel) yang terpampang seluas 2,4 inci mampu menjangkau kedalaman 262 ribu warna. Setidaknya cukup dalam mengakomodasi tampilan menu dan widget khas platform Nokia Series 40. Selain luas, komposisi warna yang tertampil cukup memanjakan mata. Tampilannya pun diperkaya dengan kehadiran widget yang terdiri dari tiga baris. Yakni kontak favorit, akses komunitas (Facebook, Twitter, Orkut) dan default menu favorit yang semuanya dapat diatur sesuai selera.

Kamera bagus hanya untuk memotret di luar ruangan, sedangkan jika digunakan untuk memotret di dalam ruangan hasilnya gelap dan dipenuhi noise. Untuk video, hanya mampu merekam video berformat 3gp. Hanya ada dua pilihan untuk kualitas video, hight quality(320x240 pixel) dan normal (176x144)
Beberapa fitur pendukung yang mampu mengirim atau mengkoneksikan hasil gambar melalui Bluetooth, MMS, Nokia email maupun upload ke web, menjadikan sektor ini cukup mengasyikkan. Terlebih bagi kita yang hobi share foto maupun video, bisa mengoptimalkan sarana ini.

Untuk Audio, X2-01 cukup dapat diajak kompromi dengan menyematkan tombol shortcut dengan logo khas di sebelah kiri jajaran tombol navigasi. Keluaran suaranya kencang dan jernih, baik saat disematkan headset bawaan/optional maupun melalui speaker. Nokia cukup memperhitungkan sektor ini. Menyediakan list media menu, now playing, shuffle, repeat, atau pengaturan lainnya, terkesan ingin memudahkan penggunanya dalam mendengarkan lantunan tembang favorit. Anda juga bisa memilahnya dalam bentuk folder playlist khas ponsel musik.

Mampu memutar beragam format seperti MP3/WMA/WAV/eAAC+ ponsel ini cukup memberikan opsi bagi penggunanya. Terlebih format MP3 dan WAV tadi dapat diaplikasikan sebagai ringtone atau nada sambung. Keasyikan bagian ini juga dilengkapi penyematan radio yang telah mengusung teknologi RDS (radio data system) sebagai opsi guna mendengarkan berita maupun chart radio. Pada sektor visual player atau video, Nokia X2-01 mendukung format 3GP/MP4/WMV yang memang sudah standar pemutar video pada ponsel belakangan ini. Mampu menampilkan video dalam bentuk small maupun full screen merupakan kelebihan tersendiri di kelasnya.

Untuk akses internet, X2-01 menggunakan jaringan GPRS/EDGE. Cukup lumayan. Tombol shortcut Nokia Messages yang berada di sebelah kanan tombol navigasi pun sejatinya dapat menjadi jawaban atas kemudahan akses kebutuhan pesan. Mulai dari fitur SMS yang menyediakan karakter conversation yang membuat kita ber-SMS bak ber-chatting ria, akses email (gmail, Yahoo, Ovi Mail) serta Community (Facebook, Twitter, Orkut).

Minus koneksi Wi-fi nampaknya bukan menjadi kendala berarti ponsel ini. Karena Bluetooth versi 2.1 dengan A2DP-nya dan koneksi lawas via kabel data bisa menjadi opsi penghubung dengan device lain. Semisal computer, Bluetooth headset bahkan antar ponsel. Pairing atau pembacaan datanya pun lumayan cepat tanpa kendala berarti.

Nama yang disandang Nokia X2-01 ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Ponsel multimedia tapi serba tanggung dalam hal fitur multimedia. Seharusnya ponsel ini jadi ponsel jejaring sosial saja.
Saya rasa ponsel ini cocok untuk mereka yang suka internetan atau ber-jejaring sosial dan suka mendengarkan musik.

Spesifikasi :
Dimensi: 119,4 x 59,8 x 14,3 mm, 107,5 g, layar 2.4", Resolusi: 320 x 240 piksel 262.000 warna, QVGA lanskap, Keyboard QWERTY lengkap
Layar depan yang dapat disesuaikan:widget, tema, ikon, pintasan, menu
Nada dering: MIDI/AAC/eAAC+/MP3/MP4/WMA/SP-MIDI, Nada dering video
Baterai Li-Ion BL-5C 1.020 mAh, Waktu bicara: hingga 4,5 jam, Waktu siaga: hingga 21 hari,
Quad-band GSM 850/900/1800/1900, GPRS kelas B, multiselot kelas 32, kecepatan maksimal 107/64,2 kbps (downlink/uplink), EGPRS kelas B, multiselot kelas 33, kecepatan maksimal 296/236,8 kbps (downlink/uplink).
Konektor pengisi daya 2,0 mm, Bluetooth stereo versi 2.1 dengan Enhanced Data Rate, Mendukung sinkronisasi lokal dan jauh, USB 2.0 berkecepatan tinggi (konektor micro USB).

Series 40, Feed langsung Facebook dan Twitter melalui widget Komunitas, Klien email gabungan yang mudah digunakan (Nokia Messaging 3.0) dengan dukungan: Ovi Mail, Yahoo!® Mail, Gmail™, Windows Live™, Hotmail dan layanan POP/IMAP populer lainnya, Bahasa mark-up yang didukung: HTML, XHTML, WML, FlashLite 3.0, Pembuka layanan jaringan sosial: Facebook, Twitter, MySpace, Hi5, Orkut, YouTube (di pasaran terkait), Bebo, Friendster, Permainan Java MIDP 2.0.


sumber : nokia, tabloidpulsa

Rabu, 02 Februari 2011

Review Dell Inspiron Duo

Dell Inspiron Duo adalah sebuah proyek ambisius Dell. Layar yang dapat diputar dan menerapkan OS Windows 7 bekerja pada sebuah netbook.

Layar dapat diputar secara mekanis, dengan bertumpu pada sendi engsel tunggal yang dihubungkan pada bingkai layar tepat pada sumbu layar. Kelebihannya, mekanis Layar berputar Dell Inspiron Duo dapat berputar 180 derajat dan sisi-sisinya dapat menyangga dengan kuat layar yang dapat diputar. Magnet terus ditempat ketika dalam mode tablet dan penyangganya kokoh sehingga tidak akan ada kecelakaan yang tak terduga.

Kekurangannya, layar untuk sementara maksimal hanya 1366 x 768 pixel. Ketika dalam mode tablet, bingkainya kelihatan besar sekali. Ketika dilihat dari sudut vertikal, gambar tidak jelas.

Kualitas Dell Inspiron dari segi hardware adalah lumayan bagus untuk kelas netbook. Kokoh, dengan soket tertutup untuk mencegah pasir, debu, dan benda-benda kecil lain masuk ke dalam soket. Untuk keyboard, kualitasnya bagus, respon keyboard ketika menerima tekanan bagus.

Kelemahan Dell Inspiron Duo yang bisa menjadi masalah besar adalah tidak adanya port Ethernet, tidak ada slot kartu SD, tidak ada port HDMI dan juga port untuk VGA. Yang disematkan hanya dua port USB dan sebuah soket audio jack 3,5 mm.

Bila dibandingkan dengan iPad, Dell Inspiron tidak lebih portable daripada iPad. Coba bayangkan ketika dalam mode tablet, Dell Inspiron Duo ketebalannya mencapai 28,7mm. Ketebalannya hampir dua kali lipat ketebalan iPad.

Sebenarnya layar sentuh Dell Inspiron sangat responsif, tapi ketika operating system yang disematkan ke dalamnya adalah Windows 7, layar sentuh kapasitifnya menjadi percuma karena Windows 7 tidak mendukung sentuhan 'cubitan' atau 'geser'. Ditambah lagi bug-bug pada Windows 7 yang sangat menjengkelkan.

Dell Inspiron dalam mode netbook, spesifikasinya hampir sama dengan netbook sejenis. Layar 10.1 inch, 2GB RAM DDR3, prosesor dual atom N550, cukup nyaman untuk membuka banyak tab ketika browsing internet. Untuk Broadcam Crystal HD Media Accelerator bekerja dengan baik melalui video HD online. Ini adalah kelebihan karena tidak semua prosesor belum tentu berjalan dengan baik.

Kinerja netbook adalah standar, sedangkan kelemahannya adalah boros baterai. Untuk browsing internet, baterai hanya bertahan kurang dari tiga jam.
Untuk sisi grafis, Dell Inspiron sudah disematkan Nvidia Ion dan Ion 2, mendukung flash, mendukung akselerasi GPU.

sumber : electricpig

 

Google Android 3.0 Rilis Hari Ini

Google pada hari ini rencananya akan menggelar konferensi pers untuk memperkenalkan versi terbaru dari android yang diberi nama android 3.0, atau disebut dengan nama Honeycomb.

Agak sedikit berbeda dengan versi-versi sebelumnya, Honeycomb secara spesifik akan beroperasi di perangkat komputer tablet. Langkah Google ini dinilai cukup cepat mengingat baru sepekan lalu raksasa Internet asal Mountain View itu merilis preview untuk platform SDK.

Seperti diketahui, platform SDK merupakan platform yang disediakan untuk memungkinkan para pengembang membuat aplikasi-aplikasi agar bisa beroperasi di atas Honeycomb.

Menurut laporan All Things Digital, pada Rabu nanti, Google akan mengupas Honeycomb lebih dalam, apa teknologi di belakangnya, bagaimana cara kerjanya, dan sebagainya. Langkah Google yang cepat dirumorkan karena Apple telah siap meluncurkan iPad 2 dalam waktu dekat.

Pada acara yang sama, kabarnya Google akan mendemonstrasikan Honeycomb yang sudah tertanam di dalam tablet Motorola Xoom. Para teknisi juga akan menjelaskan secara detail fungsionalitas OS Android 3.0

Penasaran dengan Motorola Xoom? Komputer tablet ini merupakan perangkat pertama yang mengadopsi Android Honeycomb sebagai OS-nya. Produk ini juga sempat dipamerkan di sela ajang CES 2011 beberapa waktu lalu.

sumber : vivanews