Kamis, 17 Maret 2011

Sony Ericsson Fokus ke Smartphone

Meski pasar ponsel kelas menengah ke bawah (low end) sangat tinggi permintaannya di Indonesia, tak membuat Sony Ericsson berpaling muka. Perusahaan merger antara Sony dan Ericsson yang sudah berumur 10 tahun itu kini fokus ke produk smartphone.

"Mulai tahun lalu kita memutuskan untuk tidak akan membuat ponsel low end. Kita hanya buat yang harganya Rp 1 juta ke atas," kata Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, di Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Ia menjelaskan alasan Sony Ericsson fokus ke smartphone untuk pasar menengah ke atas. Menurutnya, data yang dimiliki perusahaan menunjukkan bahwa tren penjualan ponsel di kawasan Asia Pasifik, lebih dari 50 persen produk yang terjual adalah kelas smartphone. "Kami yakin strategi kami sesuai dengan tren tersebut," ujarnya.

Selain itu, jelas Djunadi, Sony Ericsson kini juga fokus mengembangkan produk smartphone dengan berbasis platform Android meski tetap akan merilis smartphone multiplatform sebagai strategi globalnya. Hal ini turut didukung tren bahwa Android saat ini merupakan operating terbesar di dunia untuk smartphone.

"Hari ini, satu produk andalan kami di 2011, yaitu Xperia Arc," ujarnya. Xperia Arc yang mengadopsi teknologi Exmor R dan Bravie Engine dari Sony untuk pertama kalinya telah dibuka pemesanan awal 16 Maret-8 April 2011 dengan harga Rp 5,499 juta. Menyusul setelah Xperia Arc, akan hadir Xperia Neo dan Pro. Tahun ini juga sudah disiapkan Xperia Play yang mengadopsi teknologi Play Station.

sumber : kompas.com

Selasa, 15 Maret 2011

Blogger Dirombak

Blogger yang merupakan blog gratis milik google telah digunakanan untuk menge-post-kan lebih dari setengah milyar posting blog (dengan lebih dari setengah triliun total kata), kata produk manager Chang Kim di blog Blogger Buzz.

Post di blog tersebut telah dibaca oleh 400 juta pembaca di seluruh dunia, Kim menambahkan. Dan menurut video bi bawah ini, 75 persen traffic pengguna blogger berasal dari luar Amerika (blogger tersedia dalam 50 bahasa).


Sekarang blogger dalam perbaikan, perubahan terbesar pada editor dan dashboard, menjadi lebih modern user interface, yang terintegrasi dengan Google Web Toolkit.

Google mengatakan bahwa pengenalan desain baru blogger akan dilakukan pada event South By SouthWest (SXSW), ada juga fitur baru yaitu fitur yang memungkinkan pengguna untuk membaca posting baru berdasarkan topik yang kita cari.

Sebagai catatan, Google juga akan menambahkan lebih banyak fitur di blogger pada tahun ini.

Berikut beberapa tampilan baru blogger :

sumber : techcrunch

Sabtu, 12 Maret 2011

Biomethagreen Hasilkan Listrik dan Gas untuk Memasak

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Muhammad Fatah Wiyatna mengembangkan konsep Biomethagreen. Teknologi fermentasi anaerob itu tak cuma menuntaskan masalah sampah organik domestik, tapi juga sanggup menghasilkan listrik dan gas untuk memasak. Sistem yang diterapkan sejak tiga tahun lalu tersebut juga haus sampah.

Menurut Fatah, cara kerja sistem pengelolaan sampah itu sangat mudah dan sederhana. Alat utamanya berupa bak penampungan sampah tertutup yang terbuat dari beton dan serat kaca. Ukuran bak dan bentuknya pun bisa dibuat fleksibel sesuai kondisi tempat dan keinginan pemesannya. "Sengaja kesannya jauh dari bak sampah biasa karena tidak berbau dan mengundang lalat," ujarnya, Sabtu (12/3).

Cara kerjanya begini. Sampah organik dipilah dulu dari rumah tangga. Setelah itu sampah dibuang ke bak penampungan sampah biodigister tersebut. Sampah tidak perlu dicacah, dibalik, atau diayak.

Lalu? Ya Fatah memakai sedikitnya 3 jenis bakteri khusus untuk memproses sampah organik itu agar menghasilkan gas metan. "Sisanya menjadi limbah cair yang kaya nutrisi, atau bisa dibuang karena aman," katanya.

Buangan sampah organik komunal skala lingkungan Rukun Tetangga sebanyak 200 kilogram per hari, bisa menghasilkan 6-8 kubik gas metan. Bahan bakar itu bisa menyalakan sebuah kompor selama 15 jam tanpa henti. Lewat pipa, gas itu bisa dibagi ke rumah-rumah warga.

Adapun jika dipakai sebagai bahan bakar generator set, gas metan yang dihasilkan sanggup untuk menyalakan 30 titik lampu berdaya 14 watt di kompleks rumahnya selama 3-4 jam. Genset itu, kata Fatah, perlu dimodifikasi sedikit karena metan yang dihasilkan masih berkadar 60 persen. "Kalau kadarnya 100 persen bisa langsung dipakai," katanya.

Berawal dari percobaan di rumahnya sendiri tiga tahun lalu, teknologi yang biasanya dipakai untuk penghasil biogas dari kotoran ternak tersebut menjalar ke 10 rumah tetangganya. Selanjutnya berkembang ke lingkungan RT di kompleks perumahan Griya Taman Lestari, Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat.

Kini, pengolah sampah organik komunal itu telah menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta. Saat ini, Biomethagreen sedang diuji coba untuk menampung sampah organik berukuran besar hingga 1 ton. Bak besarnya dibangun di kantor cabang Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung. "BPLHD Jabar juga tertarik untuk memakainya di puluhan titik," katanya.

Dia berharap teknologi ini juga bisa memangkas ongkos buangan sampah pemerintah ke Tempat Penampungan Akhir.

sumber : tempointeraktif

Jumat, 11 Maret 2011

Polytron Ikut Produksi Ponsel

Kenyang berbisnis produk elektronik kebutuhan rumah tangga, juga perangkat audio dan video, menawarkan produknya selama 33 tahun di seluruh Indonesia, PT Hartono Istana Teknologi adalah produsen lokal yang layak diacungi jempol. Memiliki pabrik di Sayung Semarang dan Kudus, produsen dengan brand kondang Polytron ini bahkan cukup kuat menahan gempuran brand Korea maupun Jepang di bursa tanah air.

Satu setengah tahun silam lantas muncul gagasan untuk mengembangkan sayap ke bisnis yang tengah jadi "anak emas" di sektor perangkat digital. Ya, bisnis ponsel. "Banyak persiapan kami lakukan, termasuk menyiapkan orang-orangnya," ujar Haryono, Managing Director PT Hartono Istana Teknologi.

Persiapan itu akhirnya sampai kepada final, melepas produk dengan nama sama, Polytron. Namun kali ini dilengkapi dengan embel-embel "Mobile Phone". Ya, inilah divisi baru yang siap melahirkan produk dengan cita rasa lokal. Memang, pabrikasinya masih dilakukan di China. "Tapi kami sudah punya R&D (Research & Development) sendiri," jelas Usun Pringgodigdo, General Manager Polytron Mobile Phone.

Inilah pria yang sudah kenyang pengalaman di bisnis telepon seluler. Mantan orang Nokia Indonesia yang pernah mengibarkan sukses besar di tanah air. Maka pada Selasa (8 Maret) menjadi hari dirilisnya brand Polytron Mobile Phone, sekaligus menandaskan bahwa Polytron "Memang Canggih". Sebuah tagline yang menegaskan bahwa produk ini ingin selalu mengusung teknologi terkini.

Lantas bagaimana dengan produk ponsel yang dirilis Polytron?

Beberapa kategori telah dipatenkan. Antara lain seri Wizard yang merupakan kelompok high end di mana sudah siap dua seri Android dengan OS Eclair dirilis. "Untuk seri ini mungkin April peluncurannya," jelas Usun.

Lantas, seri Graffiti yang mengibarkan fungsi multimedia. Dua seri di kelompok ini antara lain PG2000T yang dual SIM card, layar sentuh, dan kamera 2 MP. Seri ini dijual seharga Rp 749.000,- Sang saudara adalah seri PG3000T yang kali ini ditambahkan fitur TV Analog dan kapabilitas akses Wi-fi.

Di kelompok fashion, Polytron punya seri Glozz. PG5000Q namanya. Ponsel lipat dengan OS Java plus dua layar, satu layar warna 2,4 inci, satu lagi layar OLED 1,1 inci yang berpadu dengan keindahan kelir kulitnya yang glossy. Ponsel dengan kamera 2 MP ini dibanderol seharga Rp 890.000,-

Nah, yang tampaknya akan membanjiri pasar adalah seri-seri QWERTY atau dijuluki seri Genio. Masing-masing, PG1000Q, ponsel dual SIM, dengan empat pilihan warna, serta kamera 0,3 MP. Dijual lumayan terjangkau, cuma Rp 375.000,- Antrean berikutnya adalah seri PG1100Q, sang Genio yang spesifikasinya sebelas-duabelas dengan PG1000Q tapi sedikit beda bentuk khususnya di bagian navigasi. Harganya mahalan sedikit, Rp 399.000,-

Genio PG3000Q adalah varian lain. Kali ini menambahkan berbagai fitur macam kamera 1,3 MP di punggung dan 0,3 MP di depan, plus TV Analog, serta Wi-Fi. Seri dengan dua jenis warna ini ditawarkan seharga Rp 669.000,-

Aspek layanan purnajual tentulah mengiring penjualan perdana ini. Setidaknya Polytron telah memiliki 50 pusat layanan di 48 kota. Itu belum termasuk para mitra agen yang rupanya sudah siap menawarkan ke konsumen.

Maret ini, Polytron Mobile Phone langsung menegaskan 50 ribu unit musti terjual. Atau sampai tengah tahun 2011 harus menembus angka 200 ribu unit.

Strategi sudah dibikin, target sudah dipancang. Akan kah Polytron menjadi sukses di negerinya sendiri? Seperti kisah Samsung atau LG Mobile di negeri ginseng nin jauh di sana.

sumber : kompas.com

@Radio Dorong Inovasi Siaran Radio ke Internet

Internet radio bukanlah hal baru di dunia dan di Indonesia. Namun, kalau cuma sekadar memindahkan siaran radio ke internet rasanya sayang. Banyak hal yang dapat dilakukan di internet sehingga siaran radio lebih interaktif. Apalagi di zaman social media seperti saat ini, integrasi siaran radio dengan berbagai layanan dan teknologi digital bakal merevolusi industri yang sempat melejit di masa lalu.

Tantangan zaman tersebut disambut PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) sebagai perrusahaan yang kini tidak hanya fokus di layanna telekomunikasi, tapi juga teknologi informasi, media, dan entertainment. Bekerja sama dengan mitra inovator, Zamrud Khatulistiwa Technology, Telkom meluncurkan layanan "The Future of Radio For Today Generation" yang bernama @Radio dalam Musyawarah Nasional XIII PRSSNI 2011 di Jakarta, 8-10 Maret 2011.

Sasaran program ini memang anggota PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia). Menggandeng e-Broadcasting Institute, Telkom juga mencanangkan Program Nasional Kemitraan @Radio.

Dalam program ini, Telkom memberikan pinjaman lunak kepada industri radio siaran sebagai bagian CSR (Corporate Social Responsibility) untuk mengimplementasikan teknologi. Skema pinjaman tersebut ibarat memberikan seperangkat kail untuk mendukung kegiatan produktif. Untuk selanjutnya pinjaman itu digunakan untuk melakukan transformasi bisnis radio sehingga stasiun radio mitra binaan dapat melakukan inovasi proses bisnis, inovasi model bisnis, dan membangun ekosistem radio baru secara kolaboratif.

Layanan @Radio bukan hanya membangkitkan industri siaran radio. Namun juga akan menunjang ekonomi kreatif secara nasional dengan prinsip long tail economic. Sehingga ekonomi kreatif yang mencakup berbagai jenis industri kreatif dapat meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional secara signifikan.

"Industri radio siaran sebagai subsektor dalam industri kreatif nasional sangat berpotensi untuk dikembangkan. Kapasitas dan layanan @Radio akan meningkatkan efektifitas dan nilai tambah yang terkait dengan rantai nilai dalam industri radio siaran," kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Agina Siti Fatimah, dalam siaran persnya. Rantai nilai tersebut meliputi usaha kreasi, produksi, distribusi, dan komersialisasi.

@Radio memiliki tujuh fitur unggulan. Pertama, dynamics live streaming. Fitur ini mendukung operasi penyiaran radio dimana seluruh "stakeholder radio" yang terlibat dari mulai crew, pendengar, hingga pemasang iklan, secara terintegrasi dapat bekerja, mendengarkan, dan sebagainya sambil monitor rundown acara, iklan, judul lagu dan nama penyanyi secara dinamis via website radio.

Kedua, contextual podcast streaming. Fitur ini memudahkan para pendengar untuk memilih hasil produksi seni siaran yang tersedia. Hasil produksi itu bisa dilihat dan didengar secara on demand.

Ketiga, stay tune social marketing. Fitur ini memudahkan berbagai pihak melakukan promosi hasil produksi seni siaran radio kepada teman-teman dan relasinya dengan cara mengunggah atau mempublish di Facebook, Twitter dan lain-lain. Dan untuk selanjutnya suaranya atau hasil siarannya bisa didengarkan secara langsung pada halaman Facebook teman-teman dan relasi kita.

Keempat, multi request integration. Fitur ini memudahkan proses interaksi dengan pendengar tanpa repot-repot harus membuka satu persatu masing-masing aplikasi spt Facebook, Twitter, web maupun sms. Karena multi request integration terangkum hanya dalam satu halaman web secara praktis.

Kelima, listening everywhere broadcasting anywhere. Fitur ini memungkinkan setiap orang bisa mendengarkan radio tidak harus menggunakan radio. Siaran radio dapat diakses dengan HP, iPad, iPphone, Galaxi Tab, dan lain-lain. Dan bisa didengarkan dimana saja. Teknologi @radio memudahkan dalam operasional dan manajemen siaran, pengelolaan siaran bisa dilakukan secara jarak jauh dimana saja tidak harus berada kantor, menjadikan new live stile lebih cerdas dan menarik.

Keenam, radio business innovations. Fitur ini memungkinkan pendengar bisa mengakses konten premium, juga bisa menyusun play list content audio untuk mendengarkan kapan saja any time. Hal ini menjadi konsep baru penyiaran, "one to one broadcasting". Dan yang pasti PT Telkom dan mitra inovatornya pada saat ini sedang mengembangkan user generate cotent integration dan fasilitas send play list untuk dikirim kepada teman teman kita, sehingga fitur ini membuat kondisi "everybody can be broadcaster". Selain itu, fitur ini juga menjadikan pemasang iklan lokal dengan mudah dapat menawarkan produknya melalui portal radio yang disertai teks, gambar, suara, animasi maupun video yang lebih kreatif dan dapat diakses lebih lama dengan jangkauan yang lebih luas sesuai dengan prinsip viral marketing.

Ketujuh, radio on applications market. Fitur ini menjadikan aplikasi radio dapat di down load melalui market aplikasi yang dimulai dari Android market selanjutnya ke market aplikasi popular lainnya seperti Apple Store hingga market SmartTV seperti GoogleTV dan Telkom IPTV sehinga untuk mendengarkan radio cukup meng klik widget atau shorcut dari radio kesayangan kita.

Telkom juga berjanji, fitur-fitur tersebut akan terus dikembangkan melalui integrasi fitur berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Sehingga tidak lama lagi @Radio memiliki kemampuan "Voice Control & Respond" atau disebut Radio 3.0.

Trend konvergensi TIK dan Media menurut Agina terus bergerak merevolusi dunia. Akibatnya Vox Populi atau suara publik semakin teresonansi menjadi kekuatan yang luar biasa untuk mengadakan perubahan. Resonansi itu akan semakin kuat dan menjalar dalam waktu yang cepat karena tersedianya layanan teknologi dan inovasi penyiaran terbaru.

sumber : kompas.com