Minggu, 31 Juli 2011

Review Nokia E6

Nokia E6 adalah smartphone Nokia yang pertama dengan dibekali OS Symbian upgrade Anna. Nokia E6 dibekali dengan prosesor ARM11 680MHz dengan akselerasi 2D/3D hardware grafis sama dengan Nokia E7, mengalahkan prosesor 624MHz BlackBerry Bold 9780.

Yang membedakan produk ini dari produk-produk Nokia lainnya, terutama generasi Symbian^3 adalah penggunaan software Symbian Anna alias Symbian^3 generasi PR 2.0 sama seperti yang digunakan oleh Nokia Oro yang merupakan edisi mewah dari Nokia C7, yang berarti produk ini telah dilengkapi oleh perbaikan pada beberapa kelemahan generasi PR 1.0 hingga 1.3/1.4 terdahulu. Selain itu, produk ini juga dilengkapi oleh perpaduan layar sentuh dan qwerty keypad sehingga memudahkan interaksi penggunanya.

Kelebihan Nokia E6 diantaranya adalah web browser lebih cepat, input teks ditingkatkan, layar tampilan split selama mengetik touchscreen, QWERTY potrait untuk touchscreen mengetik, ikon baru dan Ovi Maps pra-instal 3,06. Kamera 8MP juga merupakan suatu kelebihan yang diberikan Nokia pada smartphone ini.

Kamera yang dipergunakan oleh Nokia E6 ini juga sudah menggunakan sensor dan sistem yang sama dengan yang dipergunakan oleh Nokia Oro/C7 dan Nokia E7 Communicator. Sehingga hasil tangkapan gambar menawarkan hasil yang sama yakni resolusi 8 megapixel dengan ketajaman gambar dan warna yang sama bagusnya. Kekurangan fitur autofocus ditutupi oleh kemampuan pengenalan gambar dan tulisan yang baik, kamera tetap mampu membaca barcode dan tulisan dokumen dengan baik.

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah pada resolusi VGA (640×480) yang ditawarkan pada layar yang berdimensi 2.46 inch sehingga menghasilkan pixel per inch (ppi) hingga 326 ppi yang berarti tingkat ketajaman dan kecerahan sedikit di atas iphone4. Luar biasa untuk ukuran smartphone bisnis. Penulis bahkan terkejut ketika gambar video 720p yang diunduh dari halaman youtube, yang jika ditampilkan pada layar LCD 32 inch kurang terasa mantap, jika ditampilkan pada layar Nokia E6 ini terasa seperti rekaman bluray 1080p high bitrate, akibat tingginya tingkat ppi yang dimiliki produk ini. Bahkan resolusi video kualitas DVD pun nyaris seperti Bluray jika ditayangkan pada produk ini.

Kelemahan dari Nokia E6 adalah sedikit lambat dalam membuka beberapa aplikasi. Membuka aplikasi satelit jadi percuma karena layar terlalu kecil untuk sebuah ponsel navigasi.

Spesifikasi lengkap E6 :
Network : GSM/EDGE 850/900/1800/1900,WCDMA 850/900/1700/1900/2100
Internal Memory : 8 GB
Eksternal Memory : Mendukung hingga 32 GB dengan kartu memori MicroSD
Camera : 8 megapiksel2x digital,Kamera kedua untuk panggilan video (VGA, 640 x 480 piksel)
Video Recorder : Yes,Rekaman video dalam 720p 25 fps dengan kodek H.264,streaming
Connectivity : Bluetooth 3.0,Konektor pengisi daya 2 mm,USB 2.0 berkecepatan tinggi,Konektor AV 3,5 mm dengan dukungan TV-out,WLAN
Radio : Yes
Music Player : Yes
Battery : Li-Ion 1.500 mAh BP-4L
Talk Time / Standby Time : GSM 14 j 48 mnt, WCDMA 7 j 30 mnt / GSM 681 j WCDMA 744 j
Dimension : 115,5 x 59 x 10,5 mm
Weight / Volume : 133 g / 66 cc
Display :
16,7 juta warna,TFT LCD 2.46"640 x 480 piksel
Operating System : Symbian ^3
Messaging : SMS,MMS,EMAIL POP/IMAP populer, Mail for Exchange
Others : 3G,WiFi,GPS,A-GPS, Web TV, editor foto

Rabu, 06 Juli 2011

Google+ ? Hemm...

Percaya atau tidak, hadirnya google+ menimbulkan banyak pertanyaan seperti judul yang saya tulis di atas. Ya,...walaupun orang-orang pada penasaran ingin mencoba, tidak sedikit dari mereka yang sinis. Kenapa bisa begitu. Begini ceritanya, masih ingat kan dengan google wave? Sempat digadang-gadang akan menjadi saingan facebook, nyatanya google wave langsung tumbang sebelum diperkenalkan secara umum.

Perlu diketahui, google+ yang kita bicarakan ini juga masih dalam uji coba. Jadi tidak berlebihan jika orang-orang masih pada ragu, mereka kebanyakan sinis. Mungkinkah nasibnya akan sama seperti google wave, atau google buzz, yang walaupun masih eksis tapi tidak laku. Salah satu nada sinis diungkapkan seorang blogger dalam komik strip yang diungggah dalam situsnya, silahkan lihat sendiri komiknya di link ini comicstrip

Dari sisi teknis, ada yang memperbandingkan google+ sama dengan facebook. Kalau menurut saya sih memang mirip banget. Bagaimana pendapat anda? Coba lihat gambar di bawah ini dan bandingkan, mirip tidak


Setelah mencoba....ternyata memang teknisnya dan operasinalnya sama dengan facebook. Yang membedakan dengan facebook adalah tidak ada tombol like pada google+, sebagai gantinya, google menambahkan tombol + (plus). Pembeda kedua google+ dengan facebook adalah tanda pemberitahuan pada pojok kanan atas google+ terdapat pada gmail dan halaman depan google. Jadi kalau ada pemberitahuan sedangkan anda hanya membuka email, pemberitahuan itu ada di pojok kanan atas.

Selain dua pembeda itu selebihnya bisa dibilang setali tiga uang. Apakah google+ mencontek facebook? Itulah pertanyaan yang diungkapkan orang yang kritis. Walaupun mencontek kalau nantinya tidak laku ya sama saja. Jadi kita tunggu apakah google+ mampu bersaing

Jumat, 10 Juni 2011

Chromebook Digugat

Sebuah produsen PC asal Amerika Serikat melayangkan gugatan kepada Google atas penggunaan nama Chromebook untuk notebook berbasis Chrome OS yang diperkenalkan Mei lalu.

Perusahaan itu, Isys Technologies, menuntut Google dan mitra-mitra mereka seperti Acer, Amazon, Samsung dan Best Buy untuk tidak lagi memasarkan produk itu sekaligus membatalkan rencana peluncuran 15 Juni mendatang.

Isys Technologies mengklaim penggunaan nama Chromebook melanggar paten Chromium PC Modular Computer milik mereka, yang akan mendukung versi open-source Chrome OS. Demikian seperti dilansir PC Pro, Jumat (10/6/2011).

"Kami tidak ingin menghalangi pihak manapun dalam menciptakan produk baru dan memasarkannya, kecuali jika mereka melanggar properti intelektual kami," cetus President dan CEO Isys Technologies Jason Sullivan.

"Meski kami memiliki niatan tulus untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, jelas bahwa kedua pihak telah menemui jalan buntu. Jadi, rasanya tidak ada pilihan lain kecuali meminta bantuan hukum untuk melindungi kami terkait ChromiumPC," lanjutnya.

Lebih lanjut, penasehat hukum Isys Todd Zenger mengklaim bahwa awalnya Google berniat menggunakan nama lain untuk notebook-nya, yakni Speedbook. Namun rencana itu gagal terwujud menyusul kehadiran brand Speedbook lain pada akhir 2010.

Menurut Zenger, Isys telah mendaftarkan paten untuk nama ChromiumPC pada Juni 2010 dan menerima persetujuan interim, empat bulan kemudian, Namun Google menahan pendaftaran paten Isys hingga akhirnya mereka meluncurkan Chromebook, bulan lalu.

"Google sama saja memaksa Isys tidak lagi menggunakan nama Chromium PC dan melupakan pendaftaran paten mereka. Hal ini jelas sangat merugikan bagi Isys," ketus Zenger.

sumber : okezone.com

Kamis, 09 Juni 2011

Sony Bocorkan 2 Ponsel Java

Setelah menggebrak pasar Indonesia dengan berbagai ponsel Android di awal 2011, Sony Ericsson siap menghadirkan dua ponsel berbasis Java untuk para konsumen mudanya.

Ponsel pertama adalah Txt Pro yang diinspirasi oleh seri Xperia. Memiliki user interface serupa dengan lini Xperia, Txt Pro diharapkan bisa menunjang kebutuhan chatting para penggunanya. Selain menampilkan layar sentuh 3 inci dan keyboard slide Qwerty, Txt Pro sudah terintegrasi dengan berbagai aplikasi chatting serta media sosial populer seperti Google Talk, Facebook dan Twitter.

Selain itu, pengguna juga bisa melihat update lima teman pilihan mereka di home screen melalui fitur Friends. Fitur ini serupa dengan Timescape di lini ponsel Xperia yang bisa menampilkan berbagai update teman di berbagai media sosial.

Sementara ponsel lainnya, Mix Walkman, ditujukan kepada kepada konsumen yang menggilai musik. Seperti halnya Txt Pro, Mix Walkman memiliki layar sentuh 3 inci sehingga akan memudahkan pengguna dalam menikmati berbagai fitur yang tersedia di dalam ponsel.

Salah satu fitur anyar yang ditampilkan Mix Walkman adalah tombol Zappin yang memungkinkan pengguna mengakses lagu-lagu kesukaannya dengan lebih cepat. Dengan menekan tombol Zappin di bagian atas ponsel, pengguna bisa langsung mendengarkan potongan lagu favorit mereka tanpa harus membuka pemutar musik. Jika ingin mendengarkan lagu secara utuh, pengguna hanya harus menekan tombol Zappin kembali.

Txt Pro dan Mix Walkman sudah dilengkapi kamera 3,2 megapiksel dan koneksi wifi. Txt Pro akan hadir dengan tiga pilihan warna (merah muda, putih dan hitam), sementara Mix Walkman memiliki dua varian warna (hitam dengan bird band hijau dan hitam dengan bird band merah muda).

Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia Djunadi Satrio belum bisa membocorkan harga kedua ponsel tersebut. Namun menurut Djunadi kedua ponsel ini akan dibanderol dengan harga terjangkau.

"Karena ponsel ini ditujukan kepada konsumen muda, saya rasa harganya tidak akan melebihi Rp2,5 juta," tegasnya di sela perhelatan Indonesia Internasional Communication Expo & Conference (ICC) 2011, Rabu (8/6/2011).

sumber : okezone.com

Xperia Play Hadir Juli di Indonesia

Ponsel game Sony Ericsson yang sudah ditunggu-tunggu akan mulai dilepas ke konsumen Indonesia mulai Juli 2011.

Hal itu ditegaskan Head of Marketing SE Indonesia Djunadi Satrio di sela perhelatan Indonesia Internasional Communication Expo & Conference (ICC) yang mulai digulirkan Rabu (8/6/2011) di Jakarta Convention Center.

"Sebenarnya kami ingin mulai menjual Xperia Play bertepatan dengan pelaksanaan ICC. Namun karena satu dan lain hal, kami baru bisa memasarkannya di bulan Juli," jelas Djunadi.

Sayangnya, Djunadi belum mau membocorkan berapa banderol Xperia Play untuk konsumen Indonesia. "Saat ini belum ada indikasi berapa harga jualnya, tapi mungkin dalam kurun 1-2 pekan ke depan kami sudah punya informasinya," kilah Djunadi.

Mengusung sistem operasi Android 2.3 Gingerbread, Xperia Play bukan ponsel game sembarangan karena memiliki sertifikat PlayStation dengan konsol slide-nya yang menyerupai user interface PSP Go.

Saat ini Xperia Play memiliki enam game pre-loaded yang sudah bisa dinikmati pengguna saat membeli ponsel itu, termasuk Star Battalion, Crash Bandicoot, FIFA 10 dan SIMS 3.

Meski belum dijual untuk umum, namun penggila ponsel tanah air bisa menikmati demo Xperia Play di booth Sony Ericsson sepanjang perhelatan ICC 2011 yang akan berakhir 12 Juni mendatang.

sumber : okezone.com