Kamis, 18 Agustus 2011

HP berhenti membuat perangkat keras

Hewlett-Packard memastikan akan menghentikan pembuatan PC, tablet dan telepon, dan akan fokus memproduksi perangkat lunak.

Untuk mendukung bisnisnya, perusahaan AS itu juga menyatakan telah sepakat untuk membeli perusahaan perangkat lunak Inggris Autonomy dengan nilai US$10,3 miliar (setara dengan Rp87 triliun).

HP juga mempertimbangkan untuk menjual personal systems group, yang meliputi bisnis pembuatan PC terbesar di dunia dan menghentikan webOS.

Sistem operasi webOS digunakan dalam komputer tablet dan smartphones.

Pengumuman itu merupakan langkah besar yang dilakukan oleh perusahaan, yang pada Maret lalu menyampaikan strateginya untuk mengintegrasikan webOS kedalam perangkat keras yang akan diproduksinya.

HP telah meluncurkan Pre smartphone sebagai pesaing iPhone dan berbasis pada sistem operasi Android milik Google.

Namun webOS tidak berhasil menarik minat para pengamat, operator dan pengecer.

HP memutuskan untuk menghentikan pembuatan Pre, TouchPad tablet computers, meskipun pada tahun lalu, perusahaan ini telah mengeluarkan anggaran sebesar $1,2 miliar untuk membeli teknologi tersebut.

Sejumlah isu menyebutkan Kepala Eksekutif Leo Apotheker, ingin mengembalikan fokus perusahaan dari bisnis tradisionalnya memproduksi perangkat keras, ke perangkat lunak yang lebih menguntungkan.

Rencana transisi yang dilakukan oleh Apotheker itu, bercermin pada IBM yang telah menghentikan bisnis perangkat kerasnya selama satu dekade terakhir.

"HP mengetahui apa yang dunia ketahui, bahwa bisnis perangkat keras bukan lagi merupakan bisnis yang besar," kata Kepala eksekutif YCMNET Advisors, Michael Yoshikami.

sumber : BBC

Rabu, 17 Agustus 2011

Asustek Mengurangi Pesanan Produk Eee PC

Asustek Computer, memperkirakan bahwa penjualan tablet PC Eee Pad Transformer akan lebih baik dari pada netbook Eee PC. Oleh karena itu mereka secara bertahan ingin mengurangi produksi dan pesanan yang diterima untuk Eee PC, menurut sumber di pasar.

Dengan penjualan perangkat yang telah mencapai US $ 499 dan akan terus meningkat, pengamat pasar memperkirakan penjualan Asustek Eee Pad Transformer harus mencapai 700,000-800,000 unit pada kuartal ketiga dan dua juta unit pada 2011, dengan tambahan versi baru tablet PC Eee Pad Transformer quad-core , 7 - inci Eee Memo Pad 3D dan Padfone pada kuartal keempat.

Sumber-sumber menunjukkan bahwa netbook seperti Eee PC tidak lagi produk utama di pasar TI, meskipun Asustek memiliki kinerja yang kuat di tablet PC, dengan penurunan penjualan netbook, perintah untuk menambah pasokan notebook kelihatannya tidak akan dilakukan oleh asus, profitabilitas perusahaan dapat diimbangi karena kerugian dari netbook dan keuntungan dalam tablet PC. Isu ini juga akan menimbulkan krisis besar bagi perusahaan, sumber menambahkan.

Asustek berharap dapat tetap mengandalkan Eee PC untuk mendorong volume total pengapalan, sementara permintaan di Eropa dan AS masih belum jelas, pasar notebook Asustek pangsa pada 2011 tidak dapat maju. Asustek telah mengurangi pesanan notebook ke Quanta Computer dan Compal Electronics, dan mengamati Eropa, AS dan status pasar Cina 'untuk tindakan lebih lanjut.

sumber : digitimes

Senin, 15 Agustus 2011

teknologi netral Telekomunikasi

Pemerintah menargetkan penyelesaian pembahasan penerapan teknologi netral pada September tahun ini, sebagai langkah mengakomodasi masuknya semua jenis teknologi generasi keempat (4G) di frekuensi 2,3 GHz.

Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan dalam aspek telekomunikasi, kemajuan teknologi dinilai tidak dapat dibendung atau tidak dapat dikunci pada satu jenis teknologi tertentu, mengingat perkembangannya sangat pesat.

Menurut dia, sejumlah teknologi meliputi WiMax 16d (fixed), WiMax 16e (mobile), hingga Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi 4G yang harus diakomodasi, yang semuanya juga sudah berjalan di sejumlah negara lain.

Dalam hal ini pembahasan WiMax difokuskan untuk menjajaki fungsi WiMax 16e bisa dijalankan dari perangkat WiMax 16d, di mana pengkajiannya dilakukan untuk dapat mengetahui kemungkinan penggunaan perangkat yang telah banyak diproduksi industri lokal.

Selain itu, pengkajian penerapan teknologi netral di frekuensi 2,3 GHz juga bersamaan dengan segera habisnya izin penggelaran WiMax 16d seluruh operator, sehingga dimungkinkan penggelaran tender baru yang mengakomodasi teknologi lain.

"Teknologi tidak dapat dikunci pada satu jenis tertentu, seperti LTE yang sudah jalan [di negara lain]. Kalau nanti teknologi netral diterapkan, ada persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi operator. Diharapkan September sudah selesai," ujarnya setelah pelepasan tim test drive layanan telekomunikasi, hari ini.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Hervini Haryono menilai pengkajian terhadap penerapan teknologi netral merupakan langkah untuk mengejar kemudahan dalam mengakomodir masuknya berbagai jenis teknologi.

"Dengan begini akan lebih masuk akal, di mana semua jenis teknologi 4G baik WiMax 16d, WiMax 16e, dan LTE dapat masuk. Pemerintah harus terus memperhatikan aktivitas industri yang terus berkembang," jelasnya.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono pernah menuturkan rencana penerapan teknologi netral yang mengakomodasi masuknya WiMax 16d, WiMax 16e, dan LTE lebih dinamis dalam menghadapi perkembangan teknologi.


sumber : bisnis.com

Sabtu, 13 Agustus 2011

Android Ice Cream Sandwich


Google Inc berencana merilis sistem operasi terbarunya, Android Ice Cream Sandwich pada bulan Oktober 2011. Ini bukan es krim tapi nama kode sistem operasi Android versi mendatang. Ice Cream Sandwich merupakan perwujudan dari rencana besar Google menyajikan satu sistem operasi modular untuk smartphone dan tablet.

Menurut sumber situs teknologi BGR, Google memang sengaja memilih waktu yang hampir bersamaan dengan peluncuran iPhone 5. Entah apa alasan di balik itu, yang jelas Google tak ingin ketinggalan momen dengan hadirnya ponsel generasi kelima dari Apple Inc.

Sebenarnya, gaung Android Ice Cream Sandwich sudah terdengar sejak awal tahun lalu. Namun saat ini raksasa teknologi asal California itu masih berkonsentrasi dengan pemasaran platform Android Gingerbread untuk ponsel dan Android Honeycomb bagi perangkat tablet.

Mengutip situs Gizmodo, Android Ice Cream Sandwich merupakan perpaduan antara platform ponsel dan tablet. Singkatnya, ini adalah satu platform untuk segala perangkat.

Sistem operasi terbaru ini nantinya juga bisa menjalankan tayangan tiga dimensi yang diklaim lebih apik dan menyediakan fitur pengenalan wajah.

Lalu perangkat apa saja yang bisa berjalan dengan platform teranyar itu? Dalam kesepakatan dengan 84 vendor yang memproduksi ponsel Android yang tergabung dalam Open Handset Alliance, Google menjanjikan setiap vendor memiliki kesempatan untuk mengadopsi versi terakhir dari sistem operasi Android sesaat setelah resmi diluncurkan.

Sistem operasi terbaru Android muncul sebelum waktunya. Versi Android terbaru ini menjembatani gap antara tablet dan ponsel. Mari kita tengok sekilas apa yang membedakan Ice Cream Sandwich dari versi sebelumnya.

Dari sisi tampilan muka, Ice Cream Sandwich banyak memakai warna biru di notifikasi dan ikon, menggantikan warna hijau yang digunakan sebelumnya. Bar notifikasi ini juga sedikit dipoles, sebuah perubahan pertama yang dilakukan semenjak Eclair.

Warna biru juga dipakai dalam layanan email Gmail, disesuaikan dengan warna OS terbaru ini. Bar pencarian Google bisa dilihat di paling atas seperti Honeycomb dan ada perubahan desain di app launcher dan app drawer-nya.

Untuk fitur baru, Google menambahkan mode di software kameranya di mana yakni panorama. Diramalkan ponsel Nexus Prime akan menjadi piranti pertama yang menggunakan Ice Cream Sandwich.

Akankah Google menguasai sistem operasi peranti mobile mulai dari smartphone hingga tablet? Perlawanan kuat akan datang dari Apple yang akan meluncurkan iOS5.

Setidaknya akhir tahun ini memang pertarungan sistem operasi di dunia mobile phone akan ramai, karena masih ada Windows Phone 7. Di sini Microsoft telah bekerja sama dengan Nokia. Selain itu, juga ada Blackberry 7 OS, dan Hewlett-Packard yang telah mengusung WebOS setelah mengakuisisi Palm.

sumber : detik.com, tempointeraktif, engadget

Rabu, 03 Agustus 2011

Review Huawei MediaPad

Peperangan perangkat tablet semakin seru! Huawei baru saja mengumumkan perangkat tablet terbaru mereka, yaitu MediaPad! Perangkat ini secara resmi menjadi produk tablet pertama di dunia yang menggunakan sistem operasi Android Honeycomb 3.2. Produk ini diluncurkan secara resmi di ajang CommunicAsia yang sedang berlangsung di Singapura.

Huawei MediaPad akan menggunakan layar LCD sebesar 7 inci. Layar tersebut memiliki jenis capacitive.
Huawei MediaPad memiliki ukuran tubuh yang tidak terlalu besar. Produk ini memiliki ketebalan 10.5 mm atau 0,4 inci dan berat 390 gram. Untuk masalah prosesor, Huawei menyerahkannya kepada Qualcomm. Untuk MediaPad, Huawei menggunakan prosesor dual-core 1,2 GHz. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan dua buah kamera, satu di bagian depan dan satu di bagian belakang. Di bagian belakang, Anda akan menemukan kamera dengan sensor gambar sebesar 5 megapixel dan 1.3 megapixel di bagian depannya.

Anda gemar memutar film dengan kualitas Full HD di perangkat tablet? Huawei MediaPad bisa menjadi alternatif baru bagi Anda. Perangkat ini telah dilengkapi dengan kemampuan memainkan film dengan kualitas 1080p.
Perangkat Huawei MediaPad juga dilengkapi dengan jaringan HSPA+ 14.4 Mbps. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan perangkat WiFi.

Huawei MediaPad dapat hidup selama 6 jam hanya dengan bantuan baterai. Huawei mempersenjatai MediaPad dengan beberapa aplikasi menarik. Di antaranya adalah Facebook, Twitter, Let’s Golf, dan Document To Go.

MediaPad terbilang cukup berat dibandingkan tablet lain dengan ukuran serupa. Dengan ketebalan 10,5 milimeter dan berat 390 gram, MediaPad kurang nyaman untuk digunakan dalam waktu yang lama. Meski hanya menjajal dalam waktu singkat, okezone meyakini tablet ini kurang optimal dalam memenuhi fungsi mobilitas penggunanya.

Satu hal yang menjadi keunggulan MediaPad adalah kejernihan layarnya. Tidak perlu heran karena Huawei menawarkan resolusi sangat tinggi untuk MediaPad, yakni 1280x800 piksel dengan kerapatan gambar 217 ppi, yang notabene paling tinggi diantara semua tablet mainstream lain. Sebelum MediaPad, tablet Motorola Xoom ditahbiskan sebagai tablet dengan kepadatan piksel tertinggi yakni 160ppi.

Keistimewaan MediaPad, tentu saja adalah sistem operasinya yang sudah mengusung versi Android teranyar, yakni Honeycomb 3.2. Huawei mengklaim OS terbaru dari Google ini memang dioptimalkan untuk tablet berukuran 7 inci, tidak seperti versi 3.0 yang mendukung tablet 10 inci. Saat menjajalnya, layar sentuh MediaPad terasa kurang responsif, apalagi ketika melakukan swipe untuk beralih dari layar menu satu ke layar menu lainnya.

Hal serupa juga dirasakan ketika merekam video dengan kamera 5 megapikselnya. Kendati memiliki ketajaman gambar memuaskan, namun capture video MediaPad terbilang sedikit lambat. Sebuah kontradiksi yang sangat disayangkan.

Huawei belum mengungkapkan berapa banderol yang akan mereka tetapkan untuk MediaPad. Namun mengingat beberapa kelemahan di atas, Huawei agaknya harus berpikir ulang jika berencana menempatkan MediaPad dalam lini premiumnya.

sumber : okezone jagatreview